Sambutan Ketua DPR-RI, disampaikan pada Pameran dan Talkshow DPP Partai Demokrat


Jumat, 2 Desember 2011

SAMBUTAN KETUA DPR-RI
Disampaikan pada Pameran dan Talkshow DPP Partai Demokrat
Di Jakarta, 1 Desember 2011

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua,

Pertama-tama marilah kita bersama-sama mempersembahkan puji dan syukur kepada Allah Subhana Wata’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas berbagi kenikmatan yang diberikan, sehingga kita masih diberikan kesempatan hadir pada acara Pameran dan Talkshow Penanggulangan HIV/AIDS dalam Multi Perspektif yang diselenggarakan oleh DPP Partai Demokrat. Sebagaimana diketahui bahwa kegiatan ini dilakukan bekerjasamaa dengan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, dan didukung oleh United Nations office on Drug and Crime (UNODC) HIV Programme Indonesia.

Hadirin undangan yang saya hormati,

HIV atau Singkatan dari “Human Immunodeficiency Virus” merupakan virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Bila seseorang sudah terinfeksi virus ini, ia akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik atupun mudah terkena tumor. Infeksi virus ini akan mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh dianggap defisien ketika system tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan berbagai penyakit.

Sedangkan kata AIDS adalah singkatan dari “Acquired Immunodeficiency Syndrome” yang menggambarkan berbagi gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya system kekebalan tubuh manusia. Infeksi HIV adalah penyebab AIDS, dimana tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indicator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Sub-Sahara Afrika, dimana telah terjadi wabah penyakit yang menurut WHO menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 juni 1981. Penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan salam sejarah, menurut laporan UNAIDS yang terbaru, di seluruh dunia jumlah kematian yang disebabkan oleh HIV-AIDS mencapai puncaknya pada tahun 2005 dengan jumlah 2,2 juta kematian. Sekarang, angka itu telah menurun menjadi 1,8 juta.

Penurunan ini sangat berkaitan dengan upaya pencegahan yang telah banyak dilakukan. Jumlah mereka yang terkena infeksi baru pun menurun dari puncaknya menjadi sekitar 2,7 juta penderita saat ini.

Sebenarnya HIV-AIDS bias ditakhlukan. Tetapi jalan kesana nempaknya masih panjang. Peringatan seperti hari ini penting bagi kita untuk mengingatkan hal itu semua.

Hadirin Undangan yang saya hormati, bagaimana dengan Indonesia?

Dalam laporan Bappenas mengenai MDG’s 2010 disebutkan bahwa masalah penanggulangan HIV-AIDS belum sesuai dengan jalurnya atau belum “on track: menuju sasaran MDG’s 2015. Angka statistic mencatat, bahwa jumlah yang terkena infeksii baru masih masih meningkat. Ini mungkin karena pencatatan yang lebih baik atau karena upaya pencapaian sasaran untuk pencegahan yang belum optimal. Jumlah orang yang meninggal akibat AIDS saat ini masih signifikan, yaitu sekitar 3000-5000 orang pertahun atau sekitar 10 orang yang meninggal setiap hari akibat AIDS. Penderita AIDS yang memperoleh akses kepada obat antiretroviral belum mencapai 40% dari seluruh penderita.

Kemajuan memang telah ada, tetapi upaya dan kerja keras masih hatus kita lakukan untuk mencapai MDG’s 2015 di bidang ini, dan untuk menghapus HIV-AIDS di tanah air sesudah itu.

Hadirin Undangan yang saya hormati,

Sebagaimana yang disampaikan oleh wakil Presiden dalam peringatan hari AIDS sedunia 28 November yang lalu, langkah-langkah yang perlu kita tingkatkan dalam menangani masalah HIV-AIDS antara lain:

  1. Perluasan jaringan fasilitas pelayanan bagi penderita HIV-AIDS.
  2. Peningkatan keikutsertaan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan HIV-AIDS.
  3. Perbaikan koordinasi dan tata kelola dari semua pihak dan instansi yang ikut menangani masalah HIV-AIDS di tanah air.
  4. Perbaikan system informasi.
  5. Dan yang sangat penting, mobilisasi dana, baik dari luar maupun dalam negeri, untuk membiayai peningkatan kuantitas dan kualitas penanganan HIV-AIDS di tanah air.

Langkah-langkah ini harus kita perhatikan bersama agar kita mencapai kemajuan dalam menangani masalah HIV-AIDS.

Saya berharap, jangan ada hukuman social atau stigma bagi penderirta HIV-AIDS, yang sesungguhnya terasa lebih berat bila dibandingkan dengan penderita penyakit memayikan lainnya. Tindakan pengasingan, penolakan, diskriminasi dan penghindaran atas orang yang diduga terinfeksi HIV, tidak perlu kita lakukan. Kita justru harus melindungi mereka, memberikan informasi yang benar, agar selanjutnya bisa ditangani dengan baik.

Hadirin undangan yang kami hormati,

Demikianlah saya dan kita semua berharap, Pameran dan Talkshow Penanggulangan HIV-AIDS yang diselenggarakan oleh DPP Partai Demokrat, mampu memaksimalkan upaya pencegahan penularan HIV-AIDS di Indonesia.

Dengan mengucap Bismillahirohmanirrohim, Pameran dan Talkshow Penanggulangan HIV-AIDS dalam Multi Perspektif, saya nyatakan dibuka. Terimakasih.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Jakarta, 1 Desember 2011
KETUA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA

Dr. H. Marzuki Alie


Entri ini dikirim pada hari Jumat, 2 Desember 2011 pukul 14:29 dan di arsipkan di bawah Info KPAN. Anda dapat mengikuti tanggapan terhadap entri ini melalui umpan RSS 2.0. Baik komentar maupun ping saat ini ditutup.

Satu Tanggapan terhadap “Sambutan Ketua DPR-RI, disampaikan pada Pameran dan Talkshow DPP Partai Demokrat”

  1. [...] Sambutan Ketua DPR-RI, disampaikan pada Pameran dan Talkshow DPP Partai Demokrat [...]

Navigasi Utama