RSUD Bantul Buka Layanan Klinik VCT HIV/AIDS


Minggu, 22 Agustus 2010

Antara, 22 Agusutus 2010

Bantul, 22/8 (ANTARA) – Rumah Sakit Umum Daerah Penembahan Senopati, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan membuka layanan klinik Voluntary Counseling and Testing atau klinik konseling dan tes sukarela untuk pasien HIV/AIDS.

“Kami akan buka layanan klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) untuk melayani pasien dengan gejala HIV/AIDS di kabupaten ini agar tidak semakin meluas,” kata Wakil Direktur pelayanan RSUD Panembahan Senopati Bantul, Gandung Bambang Hermanto di Bantul, Minggu.

Menurut dia, pembentukan klinik ini merupakan layanan baru di RSUD Bantul, yang mana merupakan program 100 hari kerja rumah sakit hingga akhir tahun, dengan tujuan untuk memaksimalkan pelayanan kepada penderita maupun gejala HIV/AIDS di Bantul.

“Dengan adanya klinik ini pasien bisa langsung dirujuk ke rumah sakit ini, sementara sebelumnya pasien HIV/AIDS harus dirujuk ke rumah sakit lain, sehingga dengan adanya ini memudahkan pelayanan kepada pasien,” katanya.

Gandung mengatakan, faktor pendukung seperti peralatan maupun dokter spesialis dan ruangan untuk klinik itu sudah tersedia, namun pihaknya masih menunggu obat-obatan dan biaya pemeriksaan yang sedianya akan dibantu pemerintah.

“Kami juga telah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA),” katanya.

Klinik VCT tersebut ditargetkan mulai beroperasi sebelum 7 November 2010, dan pihak rumah sakit telah mempersiapkan sejumlah tenaga medis secara matang dengan diikutkan dalam pelatihan VCT.

“Setidaknya tenaga medis memiliki bekal di bidang konseling dan mengetahui penatalaksanaan pasien dengan gejala HIV/AIDS, sehingga rumah sakit siap siaga sebagai tempat rujukan pasien dengan dugaan penderita HIV/AIDS,” katanya.

Ia mengatakan, setelah klinik VCT siap dan prosedur pelayanan kepada pasien telah ditetapkan, pihak rumah sakit akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum klinik tersebut dibuka untuk umum.

“Dengan adanya klinik itu, kami berharap gejala HIV/AIDS di Bantul dapat dicegah perkembangannya, mengingat setiap bulan rata-rata ditemukan seorang dengan gejala penyakit mematikan itu,” katanya. (T.pso-068/C/R010/R010) 22-08-2010 12:57:05 NNNN


Entri ini dikirim pada hari Minggu, 22 Agustus 2010 pukul 15:32 dan di arsipkan di bawah Klipping HIV & AIDS. Anda dapat mengikuti tanggapan terhadap entri ini melalui umpan RSS 2.0. Baik komentar maupun ping saat ini ditutup.

Komentar ditutup.

Navigasi Utama