Penyusunan Panduan Kebijakan AIDS Pada Buruh Migran
Minggu, 1 Mei 2011
Buruh migran merupakan salah satu kelompok yang rentan resiko tertular HIV dalam lingkup kerjanya. Kelompok ini seringkali diabaikan haknya untuk mendapat informasi serta perlindungan. Karena itu KPAN mengadakan pertemuan yang bertujuan menyusun kebijakan penanggulangan AIDS pada buruh migran dengan melibatkan para pihak pemangku kepentingan. Kebijakan ini diharapkan mampu secara efektif untuk mendukung upaya penanggulangan AIDS pada buruh migran. Melalui pertemuan ini diharapkan tersusun juga sebuah strategi yang kompherensif dalam menanggulangi HIV dan AIDS.
Pertemuan yang dipimpin oleh Sekretaris KPAN ini dilakukan di ruang rapat KPAN pada Senin 25 April 2011, dan dihadiri oleh 14 orang peserta aktif.
Dalam arahannya, Sekretaris KPAN menekankan perlindungan bagi buruh migran baik di luar maupun dalam negeri, laki-laki dan perempuan, dimana keduanya amat rentan tertular. Pada laki-laki, buruh migran merupakan bagian dari kelompok high risk man, sedangkan pada perempuan selain rawan terinfeksi, juga rawan kekerasan seksual. Oleh karena itu keduanya, baik laki-laki dan perempuan harus mendapat perhatian serius.
Pertemuan ini juga mendiskusikan temuan sementara penelitian yang dilakukan oleh Icodesa. Diskusi ditutup dengan pembahasan Kerangka Kebijakan Penanggulangan AIDS pada buruh migran, dimana kebijakan ini sudah menjadi kebutuhan yang serius.
Tindak lanjut pertemuan ini adalah, segera dilakukan perumusan kebijakan pada buruh migran yang merupakan bagian dari SRAN 2010-2014. Kebijakan yang diusulkan adalah Rencana Aksi Penanggulangan AIDS pada Buruh Migran, dan dokumen ini harus diperkuat dengan dasar hokum, paling tidak SK Menkokesra selaku Ketua KPAN. Untuk menyusun ini juga akan dibentuk tim kecil yang merupakan perwakilan dari KPAN, LSM dan pemangku kepentingan terkait.
Entri ini dikirim pada hari Minggu, 1 Mei 2011 pukul 13:48 dan di arsipkan di bawah feature, Kegiatan KPAN. Anda dapat mengikuti tanggapan terhadap entri ini melalui umpan RSS 2.0. Baik komentar maupun ping saat ini ditutup.

