Dinkes Gelar Program Penyuluhan Kolaborasi TB-HIV

Antara, 29 Maret 2010 Bogor, 29/3 (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Jawa Barat, menggelar program penyuluhan kolaborasi TB-HIV, sebagai salah satu langkah untuk mencegah penyebaran penyakit TBC dan virus HIV di wilayah itu. "Program sudah kita mulai dari tanggal 11 Maret, tahap awal adalah sosialisasi dan penyuluhan pencegahan TBC dan HIV kepada masyarakat yakni program kolaborasi TB-HIV," kata Staf Programer TBC Dinas Kesehatan Kota Bogor, Totih Nurhanah, SKm di Bogor, Senin. Ia mengatakan, program penyuluhan TB-HIV dilakukan mengingat jumlah pengidap TBC dan HIV di Kota Bogor cukup tinggi. Keterkaitan TBC dan HIV sangat erat, ujar Totih, karena seseorang yang terjangkit virus HIV juga dapat tertular penyakit lain salah satunya TBC. "Cara kerja virus HIV mengurangi daya tahan tubuh si penderita. Penyakit TBC mudah menyerang seseorang yang daya tahan tubuhnya lemah. Ini sangat erat, kebanyakan pengidap HIV juga menderita TBC dan sebaliknya," jelasnya. Selain penyuluhan juga dilakukan pemeriksaan di setiap puskesmas dan rumah sakit yang ditunjuk. Pasien yang datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk pemeriksaan bila ditemukan gejala TBC akan dianjurkan memeriksa diri ke klinik VCT. Ada 24 Puskesmas, dua rumah sakit dan satu lembaga pemasyarakatan yang ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan program kolaborasi TB-HIV. "Setiap pasien yang datang memeriksakan diri terdapat keluhan TBC akan dianjurkan untuk melakukan cek ke VCT, begitu pula sebaliknya," kata Totih. Untuk penderita TBC non HIV akan diberikan perawatan untuk mengkonsumsi obat Kombinasi Dosis Tetap (KDT) selama enam bulan berturut-turut. Sedangkan bagi penderita HIV yang terkena TBC harus mengkonsumsi obat KDT dan ARV. Khusus untuk ARV hanya bisa diperoleh di rumah sakit dan puskesmas yang ditunjuk oleh Dinkes. Totih mengatakan saat ini jumlah penderita TBC positif di Kota Bogor mencapai 1.048 orang, 8.034 orang dinyatakan terduga TBC sedangkan HIV positif sebanyak 630, AIDS 316 orang, dan yang meninggal karena AIDS sebanyak 45 orang. Upaya tersebut, diharapkan dapat menanggulangi penyebaran virus mematikan tersebut, ujar Totih. T.KR-LR (T.KR-LR/B/S022/S022) 29-03-2010 11:03:15 NNNN

BERITA LAINNYA