Fakta Seputar HIV/AIDS
CELOTEH berhasil bertemu salah satu perempuan penderita AIDS. Dia ingin berbagi seputar penyakitnya. Sebut saja dengan sapaan Sumber. Dia banyak berbincang tentang sangkaan banyak orang yang salah tentang HIV.
 
Sumber menyebutkan, seseorang didiagnosa AIDS ketika terjadi penurunan sistem imun tubuh. Ini memengaruhi munculnya berbagai penyakit biasa menjadi keganasan. Pada fase ini, penyakit flu pun bisa menyebabkan kematian. Jadi dalam kata lain yang mematikan itu bukanlah penyakit AIDS.

“Seperti saya sebutkan, pada prinsipnya AIDS tidak mematikan namun melemahkan sistem imun tubuh,” paparnya. Pengidap AIDS rentan terhadap penyakit. Karena tidak memiliki sistem pertahanan maka pasien akan sangat sulit untuk sembuh. Pada akhirnya meninggal karena penyakit flu yang tidak bisa sembuh.
 
Banyak yang menyangka pengidap HIV/AIDS bisa menular lewat kontak biasa. Menurut Sumber, inilah yang membuat penderita AIDS dijauhi. “Kami seperti penderita penyakit yang harus diisolasi di wilayah khusus,” terangnya. Faktanya, seseorang tidak akan tertular HIV hanya pelukan, ciuman, berjabat tangan. Bahkan menggunakan handuk yang sama dengan orang yang terinfeksi HIV terbilang aman. Penularan virus HIV hanya terjadi melalui hubungan seks.

Risikonya tinggi terutama ketika berhubungan seks tanpa kondom. Potensi penularan juga saat menggunakan jarum suntik yang sama. Ibu yang mengidap penyakit ini juga akan melahirkan bayi dengan penyakit sama.
 
Sumber juga menerima kenyataan akan informasi yang tidak tepat soal penderitaan HIV. “Orang bilang terkena HIV berarti akan segera mati. Padahal setiap orang yang positif HIV memiliki ketahanan tubuh berbeda-beda,” terangnya. Ada sebagian orang yang perjalanan infeksi HIV menjadi AIDS berlangsung puluhan tahun dan hidup normal. Tetapi ada juga yang baru hitungan bulan sudah terkena AIDS. Saat ini,  terangnya, penderita HIV/AIDS terbantu dengan adanya obat untuk memperlambat laju perkembangan virus.(her/rsk/k5)
 
 
BERITA LAINNYA