Informasi HIV/AIDS dan Napza Harus Massif

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Kaum muda selama ini, tergolong rentan tertular HIV/AIDS maupun terjebak dalam penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Rasa ingin tahu, serta masa pencarian jati diri bagi  mereka menjadikan anak-anak muda mudah terpangaruh hal-hal negatif.

Berawal dari situ, maka Yayasan Mitra Alam (YMA), yang selama ini bergerak dibidang tersebut, berharap agar informasi tentang HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, infeksi penyakit menular, narkotika  dan psikotropika dimasukkan dalam muatan lokal. Hal itu sebagaimana disampaikan Direktur Yayasan Mitra Alam (YMA) Surakarta, Yunus Prasetyo, baru-baru ini.

"Harapan saya, informasi tentang HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, infeksi penyakit menular seksual serta narkotika dan psikotropika bisa dimasukkan dalam muatan lokal nantinya. Tujuannya, agar para  siswa mengetahui, sehingga bisa melakukan pencegahan lebih dini supaya tidak terinfeksi atau jatuh pada perilaku berisiko  tinggi," ujarnya.

Sejauh ini pihak YMA, telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan guru untuk mewujudkan program itu. Akan tetapi, karena keterbatasan dana sehingga pada tahun 2013 ini pelatihan baru bisa  diberikan pada guru di Temangung. Kendati demikian, ke depan pihaknya bertekad akan menyasar sekolah-sekolah di daerah lain di wilayah kerjanya, selain Temanggung, seperti Solo, Salatiga, Banyumas, Grobogan, Semarang, dan Magelang.

Prgram Manager YMA, Ligik Triyogo, menambahkan, bahwa berdasarkan pengamatannya di beberapa daerah seperti Temanggung, kebanyakan penderita HIV/AIDS dari kalangan usia produktif antara 21-30 tahun. Dari analisanya, mereka mulai terinfeksi virus sejak usia sekolah menengah karena masa inkubasi selama lima tahun.

"Penyebabnya kebanyakan karena narkoba jarum suntik. Berdasarkan pengakuan mereka telah menggunakan narkoba dan perilaku berisiko lainnya sejak masih sekolah. Kalau di Surakarta sendiri sekarang kami sedang menangani delapan anak," katanya.

Berpijak pada kenyataan tersebut, maka perlu kiranya jika ada penyampaian informasi secara jujur dan mendalam pada pelajar sekolah menengah terkait pencegahan perilaku berisiko tinggi, seperti narkoba.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Suparjo, menjelaskan untuk mengatasi HIV/AIDS dan narkoba bukan hanya menjadi kewajiban dinas semata, akan tetapi tanggung jawab semua elemen. Apabila ada sinergi dari semua pihak, dan gerakan masif dan partisipasi maka akan lebih mudah mengatasi HIV/AIDS.

sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/02/15/145568/Informasi-HIVAIDS-dan-Napza-Harus-Massif

BERITA LAINNYA
  • SANGATTA – Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyatakan sejumlah karyawan perusahaan yang berada di daerah ini rentan…
  • Akselerasi  pencapaian sasaran  secara sungguh-sungguh harus dilakukan dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia. Silahkan mendownload Laporan Bulan September…