Lokakarya Pengembangan Kurikulum HIV dan AIDS Pendidikan


Rabu, 20 April 2011

Pemberian informasi HIV dan AIDS yang komprehensif mutlak membutuhkan keterlibatan dunia pendidikan, terutama yang berhubungan langsung dengan pendidikan kesehatan. Dalam hal ini kurikulum yang spesifik tentang HIV dan AIDS telah menjadi keharusan. Untuk itulah KPAN terus melakukan upaya pengembangan kurikulum bekerja sama dengan pergurunan tinggi melalui serangkaian lokakarya.

pendidikanhivaids

Lokakarya yang merupakan lanjutan dari lokakarya sebelumnya ini dilaksanakan pada 13 – 15 April 2011, bertempat di Hotel Park Jakarta. Sejumlah 34 orang undangan menghadiri pertemuan, yang mewakili UNAIR (Kedokteran dan Keperawatan), UI (Keperawatan) UGM (FK), UAJ, UNUD (FK), UNSRI (FKM), USU (FKM), Univ. Mulyawarwan (FKM), UNDIP (FKM), UNAN (FK), UNSRAT(FKM), BPPK Ciloto, Poltekkes Jakarta III Kebidanan dan Keperawatan, IAKMI Pusat, IAKMI Kalbar, Riau, Kaltim, Pusdiklat Aparatur, serta Subdit AIDS P2M Kemkes RI, dan juga anggota tim G20.

Lokakarya diawali dengan sambutan Kepala BP2SDM, Dr. Bambang Giatno, dan dilanjutkan dengan arahan dan pembukaan oleh Sekretaris KPA Nasional – diwakili oleh DR. Kemal Siregar, Deputi Sekretaris bidang Pengembangan Program.

Paparan mengenai Kurikulum HIV dan AIDS dilakukan oleh Prof. Dr. Suharto (FK UNAIR), Ibu Zahroh Saluhiya, PhD, MPH (FKM UNDIP), Ibu Yupi Supartini, MSc. (Pendidikan D3 Keperawatan), Ibu Dra. Sri Mulyati (Pendidikan D3 Kebidanan), dan Ibu Purwaningsih Skp, MKes (Dekan Fak Keperawatan UNAIR). Selajutnya untuk mendapat hasil yang lebih maksimal peserta dibagi dalam 3 kelompok: FK, FKM, dan Pendidikan Kebidanan – Keperawatan untuk diskusi intensif.

Lokakarya berjalan produktif dan mendapat banyak masukan positif mengenai strategi pemanfaatan draft kurikulum bagi pusat pemdidikan di Indonesia. Perwakilan peserta yang hadir akan menyiapkan rapat kerja yang akan dilaksanakan pada bulan Juli 2011.

Beberapa rekomendasi yang dihasilkan serta tindak lanjut lainnya lantara lain: Memasukkan konteks MDG dalam semua kurikulum HIV, menajamkan rumusan kompetensi, mengembangkan program, mengidentifikasikan pemangku kepentingan, menyusun Kertas Kerja (antara lain modul sebagai bahan untuk membangun komitment) dan rencana Pengambangan Tenaga Pengajar.


Entri ini dikirim pada hari Rabu, 20 April 2011 pukul 13:52 dan di arsipkan di bawah feature, Kegiatan KPAN. Anda dapat mengikuti tanggapan terhadap entri ini melalui umpan RSS 2.0. Baik komentar maupun ping saat ini ditutup.

Komentar ditutup.

Navigasi Utama