KPA Sintang Gandeng Populasi Kunci Tanggulangi HIV/AIDS


Selasa, 31 Agustus 2010

Antara, 31 Agustus 2010

Sintang, 31/8 (ANTARA) – Komisi Penanggulangan AIDS Sintang dalam upaya mengatur langkah penanggulangan HIV/AIDS di daerah tersebut, menggandeng tujuh populasi kunci.

“Ketujuh populasi kunci itu yang kita galang untuk mendukung penuh program kerja KPA Kabupaten Sintang,” kata Wakil Ketua III KPA Sintang, Djoko M Saparto di Sintang, Selasa.

Menurut ia, ketujuh populasi kunci itu adalah Lembaga Swadaya Masyarakat Kapuas Care, Dekap`s yang merupakan pendampingan ODHA dan OHIDHA, Orwasi (Organisasi Waria Sintang), IPPI (Ikatan Perempuan Positif Indonesia), JOTHI (Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia), OPSI( Organisasi Pekerja Seks Indonesia) dan GWL-INA (Gai, Waria Lelaki Suka Lelaki dan Lesbian Indonesia).

Djoko mengatakan sesuai Permendagri Nomor 20 tahun 2010, KPA memiliki tugas untuk merumuskan kebijakan, strategi dan langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka penanggulangan HIV dan AIDS.

“KPA juga memimpin, mengelola, mengendalikan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten,” katanya.

Tugas berikutnya kata dia adalah menghimpun, menggerakkan, menyediakan dan memanfaatkan “resources” baik pusat maupun daerah, melakukan kerja sama tingkat regional, menyebarluaskan informasi, mendorong terbentuknya LSM dan kelompok peduli AIDS.

“Sekaligus `monitoring` dan evaluasi,” kata dia.

Menurutnya, program kerja KPA Sintang yang sudah direalisasikan sejak Juli 2010 hingga Juli 2011, adalah Mobile IMS (Infeksi Menular Seksual) di Puskesmas Tanjung Puri Sintang dan Puskesmas Sungai Durian setiap bulan.

“Fokusnya di Puskesmas Sungai Durian karena puskesmas itu sudah siap dengan peralatan pendukungnya,” jelasnya.

Selanjutnya ia mengatakan ada program peningkatan kapasitas bagi mucikari dan pemimpin lokalisasi yang ditargetkan dalam setiap pelatihan dengan menghadirkan 20 peserta. “Terakhir adalah menggelar pertemuan untuk pendidik sebaya dan wanita pekerja seks setiap satu kuartal satu kali mengikuti pelatihan,” jelasnya.

Selain itu, dari sumber dana yang diperoleh melalui APBD, Djoko mengatakan akan menggelar diskusi remaja dan diskusi dengan mitra pelaksana seperti organisasi non pemerintah, instansi terkait dan media massa.

“Kami sudah menjadwalkan akan terlaksana tiap tiga bulan sekali,” katanya.

Pengelola Program KPA Sintang, Titin Mustika menerangkan KPA Sintang juga sudah menjalin kerja sama dengan Global Fund yang mengucurkan dana sebesar Rp346,61 juta. “Dana tersebut sudah kita peroleh dan tinggal melaksanakan program saja, begitu juga dana dari APBD meskipun tidak terlalu besar tapi tetap ada,” jelasnya.

Bertempat di sekretariat Jalan M Saad, KPA Sintang mempersentasikan rencana kerja kepada beberapa populasi lintas sektor baik instansi pemerintah maupun swasta yang mendukung pemberantasan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Sintang. (T.pso-172/ (U.pso-172/B/N005/N005) 31-08-2010 21:27:21 NNNN


Entri ini dikirim pada hari Selasa, 31 Agustus 2010 pukul 15:45 dan di arsipkan di bawah Klipping HIV & AIDS. Anda dapat mengikuti tanggapan terhadap entri ini melalui umpan RSS 2.0. Baik komentar maupun ping saat ini ditutup.

Komentar ditutup.

Navigasi Utama